Jumat, 24 September 2010

Al-Khouf (Rasa Takut)






"Dan mereka menyungkur atas muka mereka dan bertambah khusyu'." (QS.. Al-Isro')
     Rasa takut (Al-Khouf) merupakan manifestasi dari ilmu.Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin bertambah pula rasa takutnya kepada Allah Ta'ala
     "Sesungguhnya yang takut kepada Allah diantara hamba2nya hanyalah 'ulama." (QS.
Fathir:28). Rasulullah s a w juga bersabda "Sesungguhnya Allah memiliki malaikat yang mengepakkan sayapnya dikarenakan takutnya kpd Allah"  Beliau juga bersaabda : "Apakah engkau mendengar apa yg kudengar? Langit bergemuruh dan terus bergemuruh. Demi Dzat yg jiwaku ada ditanganNya, tidaklah ada tempat (dilangit dalam jarak 4 jari) kecuali ada malaikat yg bersujud, berdiri atau ruku' kehadiraat Allah Ta'ala. Dan seandainya kau mengetahui apa yg kulihat, niscaya kamu akan menyedikitkan tertawa dan memperbanyak tangisan, dan kamu akan keluar ke jalanan dan menjerit kpd Allah dikarenakan rasa takutmu akan kerasnya azab dan siksa Allah.     Oleh sebab itu pada satu saat dada Rasulullah s a w bergemuruh sebagaimana gemuruhnya periuk yg diletakkan diperapian, disebabkan oleh tangisan beliau.                                   Aisyah R A berkata: "Saya tidak pernah melihat Rasulullah s a w tertawa hingga nampak langit2 mulutnya, akan tetapi beliau hanya tersenyum. Dan apabila beliau melihat awan ataupun angin kencang, maka beliau nampak murung". Kemudian Aisyah r a bertanya kpd Rasulullah s a w: " Orang2 jika melihat awan mereka bergembira, berharap akan turun hujan. namun mengapa jika engkau melihatnya ketakutan seolah-olah tampak diwajahmu. Maka Rasulullah s a w menjawab : "Wahai Aisyah, aku khawatir jika hal ini merupakan adzaab, sebab telah diadzab satu kaum dengan sapuan angin, dan tatkala melihat datangnya adzab itu mereka berkata sebagaimana yg disebutkan dalam Al-Qur'an " Inilah awan yng menurunkan hujan kepada kami" (QS.Al-Ahqof: 24)                                                                                                                                                   Demikian semoga renungan ini bermanfaat bagi kita dimusim penghujan  yg menimbulkan berbagai banjir, tanah longsor dan musibah2 lainnya. Semoga kitra semua terhindar dari segala musibah. dan akan
selalu merasa takut kpd Allh s w t. Amiiiin Allhhumma amiiiin.....!

            dari: Al-Faqir Zainal Arifin                   

Selasa, 14 September 2010

Puisi Tasawuf Penyair Melayu: Hamid Jabbar



Sehabis mimpi yang tak jelas bagaimananya itu, tiba-tiba
entah kenapa, aku telah berada saja di gurun berdebu ini
sendiri......!
          Dan debu membujukku untuk tetap betah di gurun ini
sementara angin jadi badai, cahaya jadi api, sunyi jadi haaaaaiiiiii......!??????
          73.000 kemungkinan jatuh dari langit, melayang dan menukik,
entah kenapa, begitu tiba-tiba, menukik menikamku bagai paku-paku alit
menukik ke dalam gurunku dan membesar makin membesar seperti pilar-pilar
menghunjam begitu kokoh dalam bumiku, sementara aku telah tertegun begitu saja dan
badai dan api mengurungku dengan deru dan panasnya dalam 73.000 kemungkinan
yang jadi rimba dalam diriku: kembara.......!!!

baik.
Aku akan mengembara menuju cahaya menguak angin
baik.
beri aku satu saja dari 73.000 kemungkinan ini
baik.
Aku akan mengembara menghadang badai menerjuni api.
baik.
bari aku Satu saja yang Tetap dalam diriku:
IMAN
buat betah seabad buat Kiblat segala Niat:
ISLAM
beri aku Satu saja yang Tetap dalam diriku
A L L A H..............!!!!!!!!!!!


( Hamid Jabbar; 1975 )

Senin, 13 September 2010

Bonsai

Cendrawasih (Zainal doc)
 
Bonsai (盆栽?) adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membuat miniatur dari bentuk asli pohon besar yang sudah tua di alam bebas. Penanaman (sai, 栽) dilakukan di pot dangkal yang disebut bon (盆). Istilah bonsai juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman atau pohon dalam pot dangkal, dan apresiasi keindahan bentuk dahan, daun, batang, dan akar pohon, serta pot dangkal yang menjadi wadah, atau keseluruhan bentuk tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk penzai (盆栽).

Seni ini mencakup berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan tanaman, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan kawat atau membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta membuat akar menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan waktu yang lama dan melibatkan berbagai macam pekerjaan, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian pot dan tanah. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar dan rantingnya. Pohon dibentuk dengan bantuan kawat pada ranting dan tunasnya. Kawat harus sudah diambil sebelum sempat menggores kulit ranting pohon tersebut. Tanaman adalah makhluk hidup, dan tidak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai atau sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tanaman sesuai musim atau keadaan alam merupakan salah satu daya tarik bonsai.

sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Bonsai

Selamat Datang di Blog Resmi Zainal Arifin Imd

Ini adalah blog resmi Zainal Arifin Imd, yang memuat mengenai filosofi hidup, bonsai dan kedamaian hati.
Semoga bermanfaat...