Jalan- jalan semakin macet karena hiruk-pikuknya kenderaan lalu-lalang, Mall-Mall, pasar-pasar ramai berjubel dan padat. Orang-orang semua sibuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kehadiran hari Raya yang selalu dinanti-nantikan setiap tahunnya.
Orang-orang bergembira, berbelanja pakaian baru, sepatu baik anak-anak, bapak-bapak dan ibu-ibu, apalagi para remajanya. Para ibu, selain berbelanja pakaian juga berbelanja kue-kue dan ketupat serta sayur daging dll untuk temannya ketupat. Bocah-bocah berlari kian kemari dengan riangnya sambil sesekali bergelayut ketangan bapak atau ibunya.
Suasana hari-hari terahir bulan Romadhon memang penuh hiruk pikuk dan riang gembira, juga dimushola-muishola dan masjid-masjid, orang-orang mulai keluar masuk masjid dan mushola menyerahkan zakat fitrah, zakat mal ke panitia zakat atau Amil.
Ada juga orang-orang yang berwajah kuyu berwajah mengenaskan yg mengantri zakat uang yg tidak seberapa jumlahnya atau bahan pangan ala kadarnya, berjubel mereka dipanas terik matahari musim kemarau, tidak sedikit diantara merka yang ahirnya jatuh pingsan, sungguh suatu pemandangan yang mengenaskan.
Ada juga orang-orang, dirumah-rumah, dipojok-pojok jalan yang menahan keperihan hati disebabkan ketiadaan materi, ketiadaan perhatian dan kasih sayang dari keluarga mereka. Orang-orang terdekat, orang-orang terkasih mereka pergi meninggalkan mereka...!
Ada orang-orang yang menangis menyaksikan hiruk-pikuknya orang orang menyambut lebaran dengan segala keriangan
Ada orang-orang yang menangis karena mencari...kemana isteri/suami dan anak-anak mereka perginya, ketika orang-orang justeru berkumpul dengan keluarga mereka
Ada orang-orang yang menangis karena terhinakan, terpinggirkan
Ada orang-orang yang menangisi kepergian cintanya yang tulus
Ada orang-orang yang menangis karena tidak punya apa-apa
Baik materi, keluarga dan juga
C i n ta......
zainal arifin
Rabu, 15 Agustus 2012
Minggu, 05 Agustus 2012
Romadhon oh......Romadhon
Hari ini tanggal 17 Romadhon 1433 H atau tanggal 6 agustus 2012, cuaca kemarau yang terik, cukup berat menjalani puasa tahun ini.tapi alhamdulillah aku tetap dapat mempertahankannya, insyaAllah kedepanpun akan tetap istiqomah menjalaninya hingga akhir romadhon.
Biasanya Romadhon2 ditahun2 yang lalu, romadhon begitu menyenangkan karena dapat berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Tahun ini suasananya jauh berbeda, orang2 terkasih semuanya menjauhi aku
dalam kesendirian dan kesepian yang dalam aku jalani romadhon kali ini dengan duka cita dan lara, entah kenapa???? aku kah yang bersalah??? atau mereka?
Dalam kesendirian dan kesepian aku jalani Romadhon kali ini.
Semoga ditahun2 mendatang aku tidak akan sendiri lagi seperti ini
Biasanya Romadhon2 ditahun2 yang lalu, romadhon begitu menyenangkan karena dapat berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Tahun ini suasananya jauh berbeda, orang2 terkasih semuanya menjauhi aku
dalam kesendirian dan kesepian yang dalam aku jalani romadhon kali ini dengan duka cita dan lara, entah kenapa???? aku kah yang bersalah??? atau mereka?
Dalam kesendirian dan kesepian aku jalani Romadhon kali ini.
Semoga ditahun2 mendatang aku tidak akan sendiri lagi seperti ini
Sabtu, 17 Maret 2012
The day when I was born
Untuk ibuku di alam sana.
Saat aku dilahirkan kedunia ini, engkau begitu menderitanya menghadapi kelahiran itu, tenaga peluh dan darah
mengalir deras, sementara ayah menanti dengan gelisah.
Aku dilahirkan dengan tangisan bayi yg tak mengerti apa-apa tentang kehidupan di dunia ini, begitu lemah dan bodohnya. Nasibku ditangan ibuku.
Insting keibuanlah yang mampu menumbuh besarkan aku dalam kasih sayang ibu. Peluk dan cium seorang ibu, dekapan kasih sayang dalam kehangatan.
Waktu terus berjalan sesuai dengan fitrah Sang Maha Kreator, aku tumbuh kembang menjadi seorang manusia dewasa dan.....ibukupun kembali keharibaannya.
Ketika dilahirkan, aku tak tahu, tak mengerti akan arti perjalanan hidup, sampai kapan aku akan menjalani kehidupan.
Saat aku dilahirkan kedunia ini, engkau begitu menderitanya menghadapi kelahiran itu, tenaga peluh dan darah
mengalir deras, sementara ayah menanti dengan gelisah.
Aku dilahirkan dengan tangisan bayi yg tak mengerti apa-apa tentang kehidupan di dunia ini, begitu lemah dan bodohnya. Nasibku ditangan ibuku.
Insting keibuanlah yang mampu menumbuh besarkan aku dalam kasih sayang ibu. Peluk dan cium seorang ibu, dekapan kasih sayang dalam kehangatan.
Waktu terus berjalan sesuai dengan fitrah Sang Maha Kreator, aku tumbuh kembang menjadi seorang manusia dewasa dan.....ibukupun kembali keharibaannya.
Ketika dilahirkan, aku tak tahu, tak mengerti akan arti perjalanan hidup, sampai kapan aku akan menjalani kehidupan.
Catatan Kecil Hari ini
Hari ini tanggal 18 Maret 2012 berarti 14 hari lagi atau dua minggu kedepan adalah taanggal 1 bulan April.
Usia pernikahanku genap 28 tahun. Seharusnya aku isteri dan anak2ku bergembira menyambut hari ulang tahun perkawinanku yang sudah cukup panjang ini.
Kumulai membina hidup dengan niat, kemauan dan cinta yang tulus, meniti jalan penghidupan berdua, membina sebuah rumah tangga bahagia sesuai dengan koridor syariat Islam agar mendapatkan ridho dari Allah swt.
Ombak, pulau2 karang dan badai selalu mengintai untuk meneggelamkan bahtera kami, tapi syukur, alhamdulillah dengan kearifan juru mudi yang aku mampu lakukan semuanya berjalan lancar.
Anak2 tumbuh berkembang dari seorang bayi mungil menjadi manusia dewasa. Aku tempa, aku didik mereka dengan arif walau dalam kesederhanaan penghidupan. Kini mereka sudah dewasa dan menjalani kehidupan mereka masing.2
Putri sulungku sudah menikah dan memiliki serang anak yang lucu dan menggemaskan, betapa bahagianya aku. Anak lelakiku sudah meyelesaikan Strata 1 nya dan bekerja disebuah stasiun televisi swasta di Jakarta
Sedangkan putri bungsuku sekarang sedang menempuh pendidikannya di sebuah universitas ternama di kota Bandung.
Rumah "kecil" yg ideal dan cukup untuk kami sekeluarga menjadi surga bagi kami. Tempat kami berkumpul, bercengkerama, berbagi kebahagiaan dan kasih sayang. Maha Suci Allah dengan Segala KebesaranNya.
Di penghujung Juni 2011, tiba-tiba angin berhembus kencang, langit mendadak kelam, badai menghantam dengan dahsyatnya......rumah idamanku porak-poranda,. dihempas badai yang berkepanjangan seakan tak akan pernah reda lagi hingga hari ini. Aku berjuang,berupaya, berdo'a untuk menyelamatkan rumah idamanku. Mengumpulkan serpihan demi serpihan agar rumah ini bisa kuhuni lagi. Seorang diri aku berjuang, berusaha sekuat tenaga namun tak berguna.......!
Hancur sudah rumah idaman yang aku bangun bata demi bata selama 28 tahun.
Badai terus bergerak, bergejolak coba menghancurkan segalanya, aku terus berjuang keras untuk dapat bertahan hidup, walau aku sendirian....!
Aku tak tau apakah esok dan hari-hari mendatang badai ini akan terus mengganas atau menjadi reda?
Aku hanya berharap dalam do'a-do'a malamku agar aku diberinya kekuatan, kesehatan phisik maupun mental, lebih-lebih lagi keimanan.
Demikian catatan kecilku hari ini, semoga ada manfaat bagi mereka yg sempat membacanya.
Selasa, 03 Januari 2012
Catatan Awal Tahun 2012
Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang
tak berujungku mengenal Hidup.
Engkau tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku
dalam Cinta tak bermuara .
Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari
kata pertama dicakrawala aksara
Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam ketidakmengertian.
Gerakmu tiada pasti. Namun aku terus disini.
Mencintaimu.
Entah kenapa
(kutipan dari Dee - Supernova)
Jumat, 28 Oktober 2011
Catatan hari ini
Hari Sabtu yg mendung di penghujung Oktober 2011
Sudah hampir sebulan ini musim penghujan mulai datang, mendung dan hujan deras dimana-mana. Banjir mulai melanda diberbagai daerah. Setelah sebelumnya musim kemarau yg panjang.
Ketika musim penghujan tiba, tanaman menjadi segar, hijau dan bermunculan putik-putik dan bunga-bunga bermekaran, indah sekali membuat hati yg memandangnya menjadi senang.
Begitu juga dgn berbagai tanaman bonsai yg aku pelihara, semuanya menjadi hijau dan segar.
namun apakah sesegar hati kita?
Jawabnya; belum tentu....! Bagaimana hati kita akan ikut ceria kalau langit diatas selalu diliputi mendung kelabu, apalagi kalau orang-orang terkasih menjauh dari kita.
Aku sering merenung, apa sebenarnya kekeliruan yg pernah aku lakukan pada orang-orang terkasih. Mungkin
mereka berharap aku adalah seorang kekasih yg sempurna, seorang bapak yang sempurna atau seorang sahabat yang sempurna. Aku sudah berusaha menjadi seorang kekasih, seorang bapak atau seorang sahabat yang baik sesuai kemampuan yang bisa aku lakukan, namun aku tetap manusia biasa dengan segala kekurangan dan kealpaanku. Kadang-kadang aku melakukan sesuatu yg melebihi kemampuanku demi untuk menyenangkan hati mereka, tapi dimata mereka aku tetap salah....!
OK, walaupun aku sudah melakukan yg terbaik yg bisa aku lakukan, mereka tetap menganggap aku salah, aku berusaha unutk meminta maaf, aku berusaha menjelaskan dengan bahasa mereka, namun tetap mereka menganggap aku adalah orang yang bersalah.
Hari ini aku sendirian dalam kesepian hidupku ketika usia menjelang senja,
Harapanku hanya tinggal kepada Sang Pencipta agar ia meredhoi hidup dan matiku dan diberinya aku khusnul khotimah.
Sudah hampir sebulan ini musim penghujan mulai datang, mendung dan hujan deras dimana-mana. Banjir mulai melanda diberbagai daerah. Setelah sebelumnya musim kemarau yg panjang.
Ketika musim penghujan tiba, tanaman menjadi segar, hijau dan bermunculan putik-putik dan bunga-bunga bermekaran, indah sekali membuat hati yg memandangnya menjadi senang.
Begitu juga dgn berbagai tanaman bonsai yg aku pelihara, semuanya menjadi hijau dan segar.
namun apakah sesegar hati kita?
Jawabnya; belum tentu....! Bagaimana hati kita akan ikut ceria kalau langit diatas selalu diliputi mendung kelabu, apalagi kalau orang-orang terkasih menjauh dari kita.
Aku sering merenung, apa sebenarnya kekeliruan yg pernah aku lakukan pada orang-orang terkasih. Mungkin
mereka berharap aku adalah seorang kekasih yg sempurna, seorang bapak yang sempurna atau seorang sahabat yang sempurna. Aku sudah berusaha menjadi seorang kekasih, seorang bapak atau seorang sahabat yang baik sesuai kemampuan yang bisa aku lakukan, namun aku tetap manusia biasa dengan segala kekurangan dan kealpaanku. Kadang-kadang aku melakukan sesuatu yg melebihi kemampuanku demi untuk menyenangkan hati mereka, tapi dimata mereka aku tetap salah....!
OK, walaupun aku sudah melakukan yg terbaik yg bisa aku lakukan, mereka tetap menganggap aku salah, aku berusaha unutk meminta maaf, aku berusaha menjelaskan dengan bahasa mereka, namun tetap mereka menganggap aku adalah orang yang bersalah.
Hari ini aku sendirian dalam kesepian hidupku ketika usia menjelang senja,
Harapanku hanya tinggal kepada Sang Pencipta agar ia meredhoi hidup dan matiku dan diberinya aku khusnul khotimah.
Jumat, 26 Agustus 2011
Catatan di Akhir Romadhon
Romadhon, Kekasihku...!
Disudut rumahMu aku tafakkur
Merenung diri, mencari jati diri
Betapa laranya hati, karena sesaat lagi kau akan pergi
Meninggalkan aku, sendiri dalam sepi, disudut rumahMu
Musim panen akan segera berlalu
Panen pahala dan kebaikan selama Romadhon
Haus dan lapar, ngantuk dan letih
Ditengah mentari, tetap saja memberikan kegembiraan
Puasa, tarawih , tadarus, menahan segala indra
dari segala yang tak terpuji
tak lama lagi akan berakhir
Aku akan sendiri lagi....!
Sendiri dalam kesepian panjang
Semuanya akan pergi, pergi....!
meninggalkan aku sendiri
Adakah lagi orang-orang yg akan singgah
sekedar memberi senyum
atau berbincang, melipur lara
Ooohhh.... Romadhon....!
Disudut rumahMu aku tafakkur
Merenung diri, mencari jati diri
Betapa laranya hati, karena sesaat lagi kau akan pergi
Meninggalkan aku, sendiri dalam sepi, disudut rumahMu
Musim panen akan segera berlalu
Panen pahala dan kebaikan selama Romadhon
Haus dan lapar, ngantuk dan letih
Ditengah mentari, tetap saja memberikan kegembiraan
Puasa, tarawih , tadarus, menahan segala indra
dari segala yang tak terpuji
tak lama lagi akan berakhir
Aku akan sendiri lagi....!
Sendiri dalam kesepian panjang
Semuanya akan pergi, pergi....!
meninggalkan aku sendiri
Adakah lagi orang-orang yg akan singgah
sekedar memberi senyum
atau berbincang, melipur lara
Ooohhh.... Romadhon....!
Langganan:
Komentar (Atom)




